KAJIAN LITERATUR PENCEMARAN LINGKUNGAN

A. Kajian Literatur Penyebab Pencemaran Lingkungan.

       Pada bagian ini memuat kajian literatur tentang penyebab pencemaran lingkungan. Literatur yang digunakan sejumlah 4 berkas, yaitu berkas penelitian Irianto (2015), Mabsuti (2024), Elsa Sulistianto (2024), dan berkas Sompotan dan Janes Sinaga (2022)

      Menurut Irianto, I Ketut (2015) Penyebab pencemaran ini selain disebabkan oleh aktivitas manusia juga dapat ditimbulkan oleh kegiatan alami. Pencemaran berlangsung dimana-mana dengan laju yang begitu cepat, kecenderungan pencemaran, terutama sejak Perang Dunia kedua mengarah kepada dua hal yaitu, pembuangan senyawa kimia tertentu yang makin meningkat terutama akibat kegiatan industri dan transportasi. Adapun akibat yang lainnya yaitu penggunaan berbagai produk bioksida dan bahan-bahan berbahaya aktivitas manusia.
https://repository.warmadewa.ac.id/id/eprint/231/

Menurut Mabsuti, Aris Saiful Putra, Ida Jubaedah, Putri
Hakim 2 (2), 14-23, 2024 Penyebab utama peningkatan sampah adalah sector rumah tangga. 
https://journal.stekom.ac.id/index.php/Hakim/article/view/1708

Menurut Elsa Sulistiani
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI 2 (2), 301-305, 2024 Faktor penyebab pencemaran lingkungan khususnya pencemaran udara berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna yang dihasilkan melalui mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. 
https://jurnal.itbsemarang.ac.id/index.php/JMBE/article/view/1599

Menurut Sompotan dan Janes Sinaga (Juli 2022) Pencemaran lingkungan terjadi karena ulah manusia itu sendiri yang tidak dapat mengolah dan memanfaatkan lingkungan dengan baik sehingga berdampak kepada kesehatan dan keselamatan manusia.
https://ejournal.itka.ac.id/index.php/saintekes/article/view/2

           Berdasarkan kajian literatur tersebut, penulis dapat disimpulkan bahwa penyebab pencemaran lingkungan yaitu sisa-sisa bahan bakar, sisa rumah tangga, dan ulah manusia.

       Kajian pustaka:
1. https://repository.warmadewa.ac.id/id/eprint/231/
2. https://journal.stekom.ac.id/index.php/Hakim/article/view/1708
3. https://jurnal.itbsemarang.ac.id/index.php/JMBE/article/view/1599
4. https://ejournal.itka.ac.id/index.php/saintekes/article/view/2


B. Kajian Literatur Cara Mengatasi Pencemaran.
          Pada bagian ini memuat kajian literatur tentang cara mengatasi pencemaran lingkungan. Literatur yang digunakan sejumlah 4 berkas, yaitu berkas Sompotan dan Janes Sinaga (2022), Daista Gumarti (2020), Hermanto (2023), dan Sari (2009)

        Pencegahan Pencemaran Lingkungan
Dale Dompas Sompotan, Janes Sinaga
SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan 1 (1), 6-13, 2022
Permasalahan lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini sudah berdampak dalam berbagai aspek seperti pencemaran air, pencemaran udara, yang berdampak terhadap kondisi lingkungan yang berbahaya. Pencemaran lingkungan terjadi karena ulah manusia itu sendiri yang tidak dapat mengolah dan memanfaatkan lingkungan dengan baik sehingga berdampak kepada kesehatan dan keselamatan manusia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisa tentang masalah yang terjadi di lingkungan hidup serta mencari solusi untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang semakin parah. Kita masih ingin hidup lebih lama dan nyaman di dunia ini, oleh karena itu kita mesti melakukan segala sesuatu untuk dapat menjaga dunia ini tetap baik lingkungannya sehingga kita dapat tinggal dengan nyaman. Metode penelitian penulisan ini menggunakan metode kualitatif melalui daftar pustaka buku-buku, jurnal dan media online yang dianalisis menjadi data yang lengkap sehingga dapat memaparkan cara pencegahan pencemaran lingkungan demi menyelamatkan lingkungan dimana kita tinggal.
https://ejournal.itka.ac.id/index.php/saintekes/article/view/2

Menurut Daista Gusmarti, Della Oktavia, Ahmad Walid
TIN: Terapan Informatika Nusantara 1 (4), 154-156, 2020
Yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan pengelolaan sampah yang dilaksanakan sejak dari rumah tangga dan untuk memandirikan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan kesehatannya lingkungan. Oleh sebab itu melalui upaya pemberdayaan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sampah, diharapkan masalah sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Mengelola sampah dapat dilakukan dengan prinsip reduce, reuse dan recycle atau pengurangan, penggunaan kembali dan daur ulang sampah.
https://ejurnal.seminar-id.com/index.php/tin/article/view/448

Menurut Hermanto, Ulul Khairi Zuryati, Ruru Honiar, Lely Kurniawati
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia 2 (2), 95-98, 2023
Salah satu tahap awal yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran, adalah mengedukasi warga masyarakat lokal tentang pentingnya penerapan nanoteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Proses edukasi dilakukan melalui program pengabdian masyarakat dengan turun langsung ke lapangan memberikan pemahaman kepada masyarakat.
https://journal.unram.ac.id/index.php/jippm/article/view/3239

Menurut Sari, Dian Permata and Purnamasari, Nike (2009) Penanganan pencemaran lingkungan di PT Sinar Sosro Gresik. Bachelor thesis, Petra Christian University.
Metode yang digunakan dalam penanganan pencemaran lingkungan adalah pengidentifikasian aspek dan dampak lingkungan yang berpengaruh, pemberian ranking terhadap potensi dampak pencemaran lingkungan kemudian mencari solusi untuk menangani pencemaran lingkungan. Hasil dari Tugas Akhir ini adalah faktor yang menjadi penyebab pecemaran lingkungan dibagi atas empat aspek yaitu udara, limbah cair, limbah padat dan pemakaian bahan. Cara untuk mengatasi pencemaran lingkungan dilakukan berdasarkan ranking yang telah ditetapkan.
https://repository.petra.ac.id/2731/

Berdasarkan kajian literatur tersebut, penulis dapat disimpulkan cara mengatasi pencemaran lingkungan yaitu pengelolaan sampah yang dilaksanakan sejak dari rumah tangga dan untuk memandirikan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan kesehatannya lingkungan, mengedukasi warga masyarakat lokal tentang pentingnya penerapan nanoteknologi dalam kehidupan sehari-hari, dan pengidentifikasian aspek dan dampak lingkungan yang berpengaruh, pemberian ranking terhadap potensi dampak pencemaran lingkungan kemudian mencari solusi untuk menangani pencemaran lingkungan.